APM ( Aliansi Mahasiswa Papua ) Kota Malang Melakukan Aksi Unjuk Rasa

WARTABHAYANGKARA.COM:Malang-Demonstrasi yang menuntut kemerdekaan Papua tidak hanya terjadi di Papua sendiri , tapi kali ini terjadi di Malang pada sabtu 7/4/2018 , pukul 09.15 wib s/d 11.30 wib , aliansi mahasiswa Papua (AMP) diikuti sekitar 25 orang dengan korlap Yohanes Giyai melakukan aksi orasi bertempat di perempatan Rajabali Jl.Semeru Kota Malang.

Tidak hanya aksi orasi tapi mereka juga melakukan longmarch dari stadion Gajayana sebelah timur jalan semeru -perempatan rajawali jalan semeru kota Malang , membagikan brosur sambil membawa bendera aliansi mahasiswa Papua.Beberapa orang juga membawa spanduk bertuliskan" tutup PT.Freeport" , juga tulisan "segera berikan hak menetukan nasib sendiri solusi demokratis bagi rakyat Papua barat ".

Mereka pun  berorasi yg dilakukan secara bergantian antara lain menyuarakan bahwa menurut mereka demi pengamanan proses penanaman modal, operasi-operasi militer digelar. Setelah Operasi Trikora pada 19 Desember 1961 ada  beberapa operasi militer  lain seperti operasi banten  , operasi kedaton, operasi srigala ,operasi kancil , operasi lumbung , operasi jatayu , operasi lewat laut adalah operasi show of force , operasi Cakra dan Opera , operasi lumba lumba,operasi jayawijaya dan operasi khusus itu nyaris semuanya dilakukan demi penguasaan. Pada tahun 2000 ELSHAM Papua membuat laporan tentang kekerasan aparat keamanan yang terjadi di berbagai wilayah di west papua di paniai tercatat 614 orang meninggal, 13 orang hilang. 94 orang diperkosa. Di Biak 102  meninggal, 3 orang hilang 37 orang dianiaya  150 orang ditahan. Di Wamena, 475 0rang meninggal. Di Sorong. 60 orang meninggal 5  orang hilang, dan 7 orang korban perkosaan di Jayawijaya. 137 orang meninggal, 2 orang hilang, 10 orang menjadi korban  perkosaan ,3 orang menjadi korban penganiayaan belum lagi pembakaran  rumah ibadah, kampung, rumah. Itupun belum termasuk wilayah-wilayah lainnya  yang belum terdata  dengan baik.Dalam laporan human rights watch, aparat keamanan di kawasan tambang diduga menggunakan fasilitas freeport Indonesia seperti kendaraan, kantor juga peti kemas perusahaan untuk mengangkut orang-orang .Tentu saja banyak yang berakhir dengan penyiksaan bahkan pembunuhan. Dari data laporan Polda Papua ke pusat keuangan Mabes Polri  Freeport telah diketahui  mengucurkan dana Rp.43,9 Miliar untuk Polda Papua pada 2015 dan Rp 21,4 miliar pada paruh tahun pertama 2016  . 

Salah satu orasi yang dibacakan juga mengatakan" kita tidak bisa melupakan laporan Freeport -Mc.Moran pada komisi sekuritas dan bursa AS yg mencatat bahwa mereka menggelontorkan uang sebanyak uang sebanyak  4.7 juta dolar AS pada 2001 dan 5,6 Juta AS pada 2002. Selain terhadap kekerasan terhadap kemanusiaan‘ Freeport lndonesia juga berperan besar pada kerusakan alam West Papua. Puluhan ribu ha hutan telah diubah menjadi hutan mati. Peluapan sungai akibat endapan limbah yang masuk dalam kategori limbah B3 (bahan beracun berbahaya). Limbah tailing yang dibuang ke Sungai Ajkwa, salah satu sungai di antara lima sungai lain di Mimika. Masihb ada sungai sungai lain seperti Sungai Aghawagon. Sungai Otomona, Sungai Minjerwi. Sungai Aimoe dan  Sungai Tipuka.

Mereka juga menganggap bahwa PT. FREEPORT adalah bentuk  imperialisme Amerika dan kolonialisme serta militerisme lndonesia di West Papua merupakan kesatuan yang berperan besar terhadap  rangkaian penindnsan yang tersistematis di West Papua. Negara digunakan  sebagai  alat kelompok pemodal yang sedang berkuasa untuk melegalkan penindasan di bumi Papua. Kontrak karya pertama PT Freport dan lndonesia dilakukan pada tahun 1967,sementara penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) dilakukan pada tahun 1969, itu pun dengan praktek yang manipulatif serta tidak demokratis ."

"Ini merupakan cerminan dari kolaborasi antara kapitalisme kolonialisme dan militarisme yang diaplikasikan melalui praktek politik pengabungan paksa (Aneksasi) Papua ke dalam bingkai Republik lndonesia tanpa memberikan kebebasan bagi Rakyat Papua umuk menentukan nasibnya."kata salah satu orator.Beberapa orasi yang cukup panjang tadi dibacakan dengan begitu semangat oleh beberapa mahasiswa asal Papua secara bergantian.

Dalam salah satu tuntutannya APM mengharap agar rakyat dan bangsa west papua dibiarkan menentukan masa depan pertambangan Freeport di tanah West Papua.

Beberapa personel kepolisian dari Polsek Klojen juga ikut mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa ini mulai dari awal sampai mereka membubarkan diri pada pukul 11.30.

Inti dari aksi unjuk rasa massa APM ( aliansi mahasiswa Papua ) kota Malang ini adalah  minta untuk bubarkan PT.Preefort ,  pelanggaran HAM , tarik TNI dan POLRI,  namun tujuan intinya adalah AMP menyuarakan Papua merdeka.( Hendro B.L )


Download : Aliansi Mahasiswa Papua kota Malang tuntut Freeport diusir dari Papua
*telah didownload: 0 kali

Index Berita