Mak Yam, Kisah Seorang Pelestari Seni Tari dan Topeng Malang

INDONESIASATU.CO.ID:

MALANG - Mungkin namanya jarang disebut orang atau mungkin generasi muda seniman topeng dan tari topeng di Malang  banyak yang tidak tahu tentang sosok Siti Maryam atau biasa dipanggil Mak Yam oleh beberapa seniman senior di Malang atau orang sekitarnya .

Beliau adalah satu-satunya dari istri mbah Karimun seorang Maestro Topeng Malang yang masih hidup dan istri terakhir yang sah dari almarhum mbah Karimun juga sebagai pewaris kesenian Topeng Malang Kedungmonggo Pakisaji sebuah dusun di wilayah kabupaten Malang, masih aktif membuat topeng dan berkesenian sampai sekarang.

Dengan logat bahasa Jawa yang sangat kental, Mak Yam menuturkan beliau dididik  cara membuat topeng oleh almarhum Mbah Karimun secara bertahap dan detil mulai dari memotong bahan kayu yang akan dijadikan topeng sampai mendasari juga membentuk ukiran yang sangat rumit. Tapi walau begitu Mak Yam punya ciri khas sendiri dalam membuat Topeng Malangan.

Beliau sekarang sangat kesulitan mengembangkan topeng karyanya sendiri, juga menyebabkan kehidupan ekonominya sehari-hari sangat sulit dan kadang sampai menjual karyanya dengan sangat murah karena butuh untuk sehari-hari dan modal membuat topeng lagi.

Beberapa penghargaan yang pernah diterima Mbah Karimun semasa hidupnya antara lain pengakuan sebagai Maestro Topeng Malang dari Mendikbud Jero Wacik masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga beberapa penghargaan lain semasa hidupnya juga masih disimpan rapi oleh Mak Yam dikediamannya yang kondisinya memprihatinkan dengan plafon langit-langit rumah yang sudah jebol.

Menurut Bagoes Brahmananto ( seorang seniman dan guru kesenian ) yang pernah melakukan penelitian dan seminar tentang wisata budaya seni Tari & Topeng Malang. "Sekitar era thn 1970-an seorang guru dari SMKI Surabaya AM. Munardi BA melakukan penelitian yang awalnya dilakukan di desa Jabung, kecamatan Tumpang Malang. Ternyata kesenian Topeng Malang tersebar di wilayah Malang Raya hampir merata."jelas Bagoes.

Namun secara karakter menurut pengamatan penulis terdapat dua kelompok besar yg mewarnai yaitu topeng wilayah jabung tumpang dengan tokohnya almarhum bapak Tirtonadi, dan wilayah Kedungmonggo dengan tokohnya almarhum Karimun. Secara prinsip dalam gerak tarinya dua wilayah tersebut diatas adalah sama, namun secara bentuk dan teknik tata geraknya sungguh berbeda.

Seiring dengan perkembangannya, ternyata gaya gerak tari Wayang Topeng Malang saat ini lebih populer di kalangan seniman tari menurut penulis justru gaya gerak tari wayang topeng dari wilayah Kedungmonggo yang familiar di kalangan pembelajar seni tari topeng Malang..( Hendro B.L )

Index Berita