Pemuda asal Kolla timur bercita-cita membangun pendidikan yang memadai di desanya

INDONESIASATU.CO.ID:

JEMBER-Mohammad Bahri , mahasiswa jurusan komunikasi  IAIN jember ini mungkin berbeda dengan pemuda lain di kampungnya yang jauh dari kata pendidikan.Bahkan di kampungnya Kolla timur, pemudanya jarang yang berpendidikan tinggi.Sampai sekarang hanya dua orang saja. Dan saya yang memulai pertama kali bisa kuliah ,setelah itu seorang temanku  juga menyusul ,"kata Bahri.

Kolla timur adalah sebuah desa di kecamatan batumarmar , kabupaten pamekasan.Dari Kolla timur sekitar 2-3 jam perjalanan ke pusat kota pamekasan.

Desa yang rata-rata penduduknya bertani ini sejak dulu memang tidak ada penduduknya yang berpendidikan tinggi dan kebanyakan hanya lulusan Sekolah dasar (SD) , Madrasah ibtidaiyah (MI) atau lulusan pondok pesantren.Hanya sekitar 5% yang lulusan SMA,"tutur Bahri.

Bahkan banyak pemuda di Kolla timur begitu lulus SD  hampir semuanya merantau ke Malaysia,dari sekian banyak penduduk Kolla timur hampir 50% penduduknya ke Malaysia untuk bekerja.

Sedangkan hasil pertanian Kolla timur seperti tembakau ,jagung,bawang merah,cabe dan kacang tidak menghasilkan seperti yang diharapkan petani.Karena kontur tanahnya tandus,sedangkan tidak adanya irigasi pengairan.Sungai yang adapun sungainya ada di kedalaman yang menyebabkan hampir tidak disentuh oleh pemuda kampung.

Jadi tidak ada penduduk yang bisa makmur dari hasil pertaniannya.Kalaupun ada yang kaya itupun hasil dari bekerja di Malaysia,"jelas Bahri.

Menurut Bahri," para orang tua disana pola pikirnya adalah bahwa kuliah itu biayanya mahal dan memang kesadaran akan pendidikan kurang.Prinsip mereka sangat sederhana yaitu intinya dapat kerja dan gaji tinggi ,menurut mereka pendidikan adalah nomer sekian.Biasanya begitu lulus SD atau MI orangtua segera menikahkan anaknya yang perempuan.Dan untuk anak laki-lakinya biasanya seumuran SMP sudah dinikahkan juga.

Anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Sanikrah dan Sabiya ini untuk biaya kuliah, tiap bulan masih dapat kiriman uang dari orang tuanya.Tapi karena tekad yang keras supaya dapat kuliah, pemuda kelahiran tahun 1994 ini juga sambil jualan pakaian dan hijab lewat online agar bisa membantu meringankan beban biaya kuliahnya.

Tujuan Bahri agar dia bisa lulus kuliah dan segera bekerja sesuai displin ilmunya Saya dan seorang teman saya yang kuliah apabila telah lulus juga bekerja ingin mengubah pola pikir pemuda Kolla timur , dengan cara membantu memberikan jalan di jalur pendidikan,"ujar Bahri.

Bahri juga berharap agar pemerintah setempat juga bisa membantu agar pendidikan di Kolla timur bisa maju dan bisa merubah pola pikir penduduknya bahwa pendidikan itu penting.Karena dikampungnya hanya ada SD ,dan tidak ada sekolah setaraf SMP juga SMU. ( Hendro B.L )

 

Index Berita