Penjual Es Kelapa Muda Kehilangan 3 Juta dan Handphone,Setelah Jadi Korban Gendam Di Warungnya

INDONESIASATU.CO.ID:

Malang:Kejahatan hipnotis atau gendam mulai merajalela kembali di kota Malang.Seorang pedagang es kelapa di daerah Clumprit kelurahan Merjosari Lowokwaru kota Malang menjadi korban kejahatan hipnotis atau di kalangan masyarakat terkenal dengan nama gendam.Kejadiaan naas yang menimpa kholifah (35 th) saat dirinya berniat menutup warung es kelapa dagangannya sekitar pukul 04.00 sore hari pada hari senin 27/8/2018 yang lalu.

Dua orang pelaku yaitu seorang laki umur sekitar 30 tahun,dengan ciri-ciri badan agak gemuk pendek,kulit warna hitam dengan rambut sepundak dan seorang wanita umur sekitar 30 tahun badan kurus tinggi dengan rambut setengah panjang juga sambil menggendong anak kecil berusia sekitar 2 tahun.

Kronologis kejadian pelaku wanita tiba-tiba menepuk pundak korban kholifah dan menanyakan ,"sudah mau tutup ya mbak esnya?,Kholifah yang saat itu sedang sendirian spontan menjawab "Ya sudah mau tutup,"tetapi pelaku wanita memaksa mau membeli es kelapa 3 bungkus dan dilayani oleh kholifah.Saat baru dibuatkan 2 bungkus,seketika kholifah kaget karena ada pembeli lain yang baru datang menegurnya dan.juga mau membeli es kelapa.

Kholifah baru tersadar setelah ditegur pembeli lain yang baru datang dan baru tersadar kalau 2 orang pelaku hipnotis sudah tidak berada di warungnya.Seketika kholifah dengan segera membuka tas yang sehari-hari biasa digantung di dinding tembok tempat dia berjualan,dan kaget setelah mengetahui 2 buah dompet dan 1 dompet tempat handphone juga 1 buah handohone android merk oppo warna putih lenyap dari dalam tasnya.Kholifah langsung lemas karena 2 buah dompet yang dibawa kabur pelaku berisi uang sebanyak 3 juta hasil dagangan dan untuk "kulakan" kelapa lagi.Karena kejadiannya berlangsung cepat dan saat kejadian korban kholifah sedang seorang diri di warungnya,tidak ada saksi mata yang menyaksikan saat kejadian berlangsung.

Selang beberapa hari menurut beberapa warga kejadian yang sama dengan modus dan pelaku yang sama juga terjadi di daerah lain di wilayah guyangan tidak jauh dari Merjosari.Sayangnya kejadian ini menurut korban, Kholifah tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib."Biarkan saja mas nanti juga kena karmanya sudah mengambil yang bukan haknya,itu hasil jerih payah saya berjualan es kelapa"tutur kholifah.

Masyarakat sebaiknya berhati-hati karena saat ini kejahatan tidak hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi,tapi juga terang-terangan di siang hari saat orang sibuk bekerja.Dan bisa saja pelaku sekarang  sudah pindah ke kota lain.Dan penampilan pelaku kejahatan sekarang dengan modus baru yang tidak disangka-sangka seperti menggendong anak kecil,berpakaian perlente atau rapi seperti pegawai dan lain-lain.Tujuannya cuman satu agar lebih leluasa dan tidak dicurigai masyarakat sebagai pelaku tindak kejahatan.(Hendro B.L)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita