Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Merjosari kota Malang:"Jangan Mengingkari Sumpah Pemuda 1928"

INDONESIASATU.CO.ID:

Malang-Keprihatinan akan menurunnya semangat berbangsa,bernegara dan persatuan masyarakat kita jangan dibiarkan terus berlarut,karena akan mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.Di era modern dan masuknya pengaruh luar dari berbagai aspek kehidupan juga mempengaruhi perkembangan gaya hidup masyarakat.

Untuk menyampaikan betapa pentingnya wawasan tentang kebangsaan diadakan sosialisasi wawasan kebangsaan di kelurahan Merjosari kamis 15/11/2018 dan acara sosialisasi dibuka oleh Lurah Merjosari Drs. H.Abdullah .Kegiatan yang juga diadakan di kelurahan-kelurahan lain di kota Malang ini mendatangkan narasumber dari Badan kesatuan bangsa dan politik kota Malang (Bakesbangpol) dan untuk wilayah kelurahan Merjosari juga mendatangkan narasumber dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Merjosari.

Dalam paparannya mengenai wawasan kebangsaan,narasumber dari Bakesbangpol Drs.I gusti ngurah gede kabyartha menyampaikan bahwa tanda-tanda kehancuran bangsa dan negara adalah tidak berperannya ideologi sebagai pemersatu bangsa,konflik elite yang berkepanjangan,krisis ekonomi yang tidak terselesaikan,bangkitnya semangat tribalisme yang berlebihan dan hancurnya soliditas angkatan bersenjata.

"Perlu diwaspadai bangkitnya dan masuknya paham-paham radikal yang mengatasnamakan agama seperti yang sudah terjadi beberapa waktu yang lalu seperti Gafatar dan ISIS,"papar pria asal bali ini.Gusti juga menjelaskan pola-pola rekrutmen anggota yang dilakukan Gafatar memang awalnya baik dengan mengadakan bakti sosial seperti kerja bakti,donor darah,penanaman pohon dengan tujuan agar bisa diterima di lingkungan masyarakat.Kalau ada kegiatan seperti ini masyarakat harus selektif dan hati-hati.Juga dengan paham ISIS yang merekrut anggotanya dengan doktrin-doktrin tertentu seperti alasan jihad membela agama dan lain-lain.Bahkan gerakan radikal lain juga akhirnya banyak yang bergabung dengan ISIS.

Narasumber dari Kodim 0833 kota Malang yang juga bertugas sebagai Babinsa wilayah Merjosari Serka Mahsun hadi juga menegaskan,"Kita harus memegang teguh 4 konsepsi bangsa Indonesia yaitu Pancasila,UUD 1945,Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal ika.4 konsepsi ini yang dulu dikenal sebagai 4 pilar bangsa Indonesia"ujar Serka Mahsun hadi.

Aiptu Yosaphat wicaksono sebagai Bhabinkamtibmas Merjosari juga menambahkan,"Jangan ingkari Sumpah Pemuda 1928,jangan tinggalkan Pancasila dan Bhinneka tunggal ika,"kata pria yang biasa dipanggil Pak Yos ini.

"Perlu diingat tidak ada yang bisa mengganti Pancasila dan bendera merah-putih,karena negara Indonesia ini ada karena pendiri negara ini sudah bersusah payah berjuang dengan segala pengorbanan sampai menumpahkan darah dan itu harus kita hargai,"sambungnya.

Di akhir kegiatan sosialisasi narasumber juga menambahkan bahwa segala sesuatu yang berbau gerakan radikalisme harus diwaspadai dan jangan sampai hidup di negara kesatuan ini,karena tujuan mereka hanya untuk menghancurkan bangsa ini bukan niat mengganti Pancasila tetapi lebih tepatnya menghancurkan agar tujuan mereka menguasai segala aspek kehidupan bernegara juga ekonomi bangsa ini tercapai.(Hendro B.L)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita